flag
Jl. Puntodewo RT01/RW09 Dsn. Baron Timur Ds. Baron Kec. Baron, Kab. Nganjuk - Jatim  |  Contact: 0821-1998-3302

Logo HUT DKI Jakarta Ke-497 Tahun 2024

HUT ke-497 Kota Jakarta 2024

Jadi Karya Untuk Nusantara

Jakarta Hajatan 2024, Logo HUT Jakarta 2024, Ulang Tahun Jakarta 2024, Tema HUT Jakarta 2024, Logo HUT DKI Jakarta 497 Tahun 2024, Logo Ulang Tahun Jakarta 497 Tahun 2024

Penetapan hari jadi Jakarta adalah istilah yang merujuk kepada penetapan yang dikeluarkan oleh Sudiro, Wali kota Jakarta periode 1953-1958.

Pada masa kolonial, Belanda memperingati hari jadi Kota Batavia tiap akhir Mei dengan dasar bahwa pada akhir Mei 1619, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen menaklukkan Jayakarta. Pada tahun 1869, untuk memperingati 250 tahun usia Batavia, dibangun pula monument J. P. Coen – saat ini halaman Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Di atas fondasi beton yang kokoh, berdiri Coen yang dengan angkuhnya menunjuk kearah bawah – menggambarkan dia berhasil menaklukkan Jayakarta. Patung yang menjadi simbol dimulainya penjajahan Belanda itu dihancurkan pada masa pendudukan Jepang (1942-1945).

Sudiro, menyadari perlunya peringatan ulang tahun untuk kota ini yang berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia. Maka, ia pun memanggil sejumlah ahli sejarah, seperti Mr. Mohamad Yamin dan Mr. Dr. Sukanto serta wartawan senior Sudarjo Tjokrosiswoyo untuk meneliti kapan Jakarta didirikan oleh Fatahillah.

Kala itu, Sudiro berkeyakinan bahwa tahunnya adalah pasti, yaitu 1527. yang menjadi pertanyaan adalah hari, tanggal, dan bulan lahirnya Kota Jakarta.

Mr. Dr. Sukanto menyerahkan naskah berjudul Dari Jayakarta ke Jakarta. Dia menduga bahwa 22 Juni 1527 adalah hari yang paling dekat pada kenyataan dibangunnya Kota Jayakarta oleh Fatahillah.

Naskah tersebut kemudian diserahkan oleh Sudiro kepada Dewan Perwakilan Kota Sementara untuk dibahas, yang kemudian langsung bersidang dan menetapkan bahwa 22 Juni 1527 sebagai berdirinya Kota Jakarta. Tepat pada 22 Juni 1956, Sudiro mengajukannya dengan resmi pada sidang pleno dan usulnya itu diterima dengan suara bulat. Selanjutnya, sejak saat itu, tiap 22 Juni diadakan sidang istimewa DPRD Kota Jakarta sebagai tradisi memperingati berdirinya Kota Jakarta.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dipilihnya 22 Juni 1527 karena saat itu merupakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setelah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kalapa, Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak mengubah Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

Menurut sejarawan Adolf Heyken SJ, hari jadi Jakarta hanyalah sebuah dongeng. Karena, katanya, tak ada dokumen yang menyebutkan nama Jayakarta. Bahkan 50 tahun sesudahnya (saat VOC berkuasa), tetap disebut Sunda Kelapa. Fatahillah adalah orang Arab. Jelaslah tidak mungkin apabila orang Arab memberi nama sesuatu dengan bahasa Sanskerta. Jayakarta adalah nama dari bahasa Sanskerta. Jadi, itu semua dongeng supaya Jakarta memiliki hari ulang tahun.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Penetapan_hari_jadi_Jakarta

Berikut ini adalah Logo HUT DKI Jakarta dari masa ke masa:
Logo HUT DKI 486
Logo HUT DKI ke-486
Logo HUT DKI 487
Logo HUT DKI ke-487
Logo HUT DKI 488
Logo HUT DKI ke-488
Logo HUT DKI 489
Logo HUT DKI ke-489
Logo HUT DKI 490
Logo HUT DKI ke-490
Logo HUT DKI 491
Logo HUT DKI ke-491
Logo HUT DKI 492
Logo HUT DKI ke-492
Logo HUT DKI 493.png
Logo HUT DKI 493.png

Filosofi Logo HUT DKI Ke-493

Logo HUT DKI Jakarta ke-493, memiliki makna kota Jakarta yang tangguh, kolaborasi yang harmonis pemerintah kota Jakarta dengan setiap elemen masyarakat. Semangat pantang menyerah yang tak kunjung padam untuk menyongsong kota Jakarta yang maju, tangguh, sejahtera dan terlepas dari pandemi COVID-19

Lingkaran garis hitam menunjukkan ketegasan dan usaha keras Pemprov DKI Jakarta untuk melokalisir dan mencegah penyebaran COVID-19. Elemen logo pada bagian atas menggambarkan kemajuan kota Jakarta yang gemilang, harapan menuju penghidupan yang lebih balk dan pembangunan yang soling berkesinambungan.

Elemen logo di bawah menopang kota Jakarta di tengah pandemi yang disimbolkan dengan tiga kepalan tangan. Kepalan berwarna biru (tenaga medis), kepalan tangan berwarna oranye (pemerintah kota Jakarta), dan kepalan tangan berwarna hijau (masyarakat). Ketiga tangan mengepal ini saling berkolaborasi mewujudkan kota Jakarta yang tangguh di tengah pandemi yang digambarkan dengan simbol masker. Menuju Jakarta yang maju, Makmur, sejahtera dan bebas COVID-19.


Logo HUT Jakarta 494
Logo HUT Jakarta 494


Logo HUT Jakarta 495

Bagaimana dengan Desain Logo HUT DKI Jakarta ke-497 Tahun 2024 ini? Inilah Logo HUT DKI Jakarta ke-497 Tahun 2024
logo hut jakarta png
Logo HUT Kota Jakarta 497

Download Logo HUT DKI ke-497 untuk Desainer

Kumpulan Desain HUT DKI Jakarta Lainnya
1 Desain Spanduk HUT DKI Jakarta
2 Desain Umbul-Umbul HUT DKI Jakarta
4 Desain Banner HUT DKI Jakarta
Aqiqoh Kita
Aqiqoh Kita

Jasa Paket Catering Aqiqah | Nasi Kotak | Kambing Guling